Mentan Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan pers. Foto: ist
KOSADATA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memerintahkan Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian (Itjen Kementan) untuk segera membawa tiga pegawai Kementan yang diduga terlibat penyimpangan anggaran ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri (Bareskrim Mabes Polri).
Ketiga pegawai tersebut diduga terlibat dalam praktek penyimpangan anggaran yang berawal dari praktek percaloan. Mereka meminta uang kepada para pengusaha hingga terkumpul sebesar Rp10 miliar. Dana tersebut dikumpulkan secara bertahap dari beberapa pengusaha sebagai fee suap proyek. Setelah dilakukan klarifikasi, temuan itu mengarah pada potensi praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
"Saya minta agar kasus ini dikawal dan diproses hingga tuntas ke akar-akarnya. Saya juga bersyukur karena laporan pengaduan sudah diterima Polda Metro Jaya," ujar Mentan Andi Amran Sulaiman dalam keterangannya, Selasa (22/10/2024).
Ketiga pegawai yang terlibat berasal dari golongan eselon II dan III. Saat ini, laporan mengenai mereka masih dalam proses pemeriksaan. Mentan berkomitmen untuk menelusuri kemungkinan praktek serupa di lingkungan Kementerian Pertanian.
"Jika ada lagi, saya tidak akan segan-segan mencopot, bahkan memecat pelakunya. Saya ingin Kementerian Pertanian menjadi lembaga yang bersih dan terdepan dalam pemberantasan Korupsi," tegasnya.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk memastikan praktek KKN, Korupsi, dan tindak pidana lainnya tidak dapat berkembang di lingkungan Kementerian Pertanian selama masa jabatannya.
"Selama saya masih di sini, jangan harap praktek kotor seperti KKN
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0