Pemerintah diminta untuk menerapkan material rendah karbon pada bangunan perumahan rakyat. Foto: Kementerian PUPR
"Karena kita termasuk 10% emiter karbon di dunia. Kita memiliki determines commitment atau komitmen yang tegas untuk mengurangi emisi gas karbon sekitar 30%," ucapnya.
SBCC 2024 ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dari Program Studi Arsitektur Program Studi Arsitektur UPI untuk berkolaborasi dan menginisiasi langkah-langkah dalam menciptakan lingkungan yang rendah karbon, tangguh, dan layak huni.
“Simposium ini juga merupakan sebuah kegiatan semi launching produk kerja sama antara akademisi dengan industri, karena kami memiliki concern sebuah bangunan itu bisa memberikan kontribusi untuk low carbon materials,” ungkapnya.
Acara ini diselenggarakan oleh Program Studi Arsitektur UPI, didukung oleh BeCool Indonesia dan PT Tatalogam Group. Dengan menggandeng berbagai organisasi, universitas, perusahaan, lembaga pemerintah, dan arsitek ternama, SBCC 2024 berharap dapat bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang berkelanjutan untuk semua. ***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0