Empat perwira muda Pertamina kembangkan Greenomina. Foto: dok. Pertamina
Jejak karbon dari acara tersebut, termasuk transportasi dan konsumsi peserta, dihitung secara ilmiah dan dikompensasi secara transparan melalui Greenomina.
Tak hanya terbatas di sektor energi, Greenomina mulai merambah industri lain. Aplikasi ini digunakan dalam penerbangan perdana Pelita Air rute Jakarta–Banjarmasin pada akhir 2023, yang menjadi penerbangan carbon-neutral pertama di Indonesia.
Kolaborasi serupa tengah dijajaki dengan sektor perhotelan dan pariwisata melalui kerja sama dengan Patra Jasa, demi mewujudkan pengalaman liburan ramah karbon di berbagai destinasi nasional.
“Transformasi energi tidak hanya soal mengganti bahan bakar, tapi juga mengubah budaya, perilaku, dan cara berpikir,” kata Fadjar. “Greenomina memberi alat kepada masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam perubahan itu.”
Pertamina menargetkan Greenomina menjadi platform komersial berkelanjutan yang bisa digunakan publik luas dan korporasi, sebagai bagian dari kontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) dan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG).
Langkah ini memperkuat posisi Pertamina sebagai aktor kunci dalam transisi energi dan ekonomi karbon di Indonesia.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0