Imbas Joe Biden mundur dari pencapresan AS, nilai tukar rupiah terhadap dolar menguat. Foto: ist
KOSADATA - Nilai tukar rupiah dibuka menguat 22,50 poin atau 0,14 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan mata uang garuda dipicu Joe Biden mengumumkan bahwa tidak akan melanjutkan pencalonan dirinya sebagai presiden pada pemilu 2024.
Dikutip data Bloomberg, rupiah menguat 22,50 poin atau 0,14 persen di level Rp16.197 per dolar AS. Sedangkan data Yahoo Finance rupiah menguat 19 persen atau 0,12 persen di level Rp16.195 per dolar AS.
"Presiden Joe Biden mengumumkan bahwa tidak akan mencalonkan diri kembali dan mendukung Wakil Presiden Kamala Harris sebagai calon dari Partai Demokrat, sementara Donald Trump tetap menjadi calon terdepan dalam pemilihan presiden," kata Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede kepada wartawan di Jakarta, Selasa (23/7/2024).
Josua mengatakan pengumuman ini membawa ketidakpastian yang lebih tinggi terkait hasil pemilu AS pada 24 November. Selain itu, bank sentral Tiongkok, PBoC, memutuskan untuk menurunkan suku bunga kebijakan pada sesi pertama pasar Asia.
"PBoC menurunkan suku bunga acuan 1 tahun dan 5 tahun sebesar 10bps menjadi 3.35 persen dan 3.85 persen. Langkah dari PBoC ini meredakan kekhawatiran investor akan terhambatnya pemulihan ekonomi Tiongkok," ujarnya.
Kemudian, kepemilikan asing pada surat berharga negara (SBN) Indonesia naik sebesar Rp0,02 triliun menjadi Rp811 triliun atau 14,01 persen dari total outstanding pada 19 Juli 2024.
Hari ini, Pemerintah Indonesia akan mengadakan lelang obligasi negara dengan target indikatif sebesar Rp22 triliun. Seri
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0