Kawasan Masjid Istiqlal steril dari PKL dan parkir liar. Foto: Kosadata
Sejak beberapa kali munculnya video viral yang mempertontonkan kelompok preman main palak kepada pengendara dengan dalih buat bayar tarif parkir, petugas jajaran Pemprov DKI maupun Ditlantas Polda Metro Jaya sering mengamankan lokasi, tapi tidak rutin. Namun sejak munculnya video yang mempertontonkan sopir pariwisata dipalak biaya parkir sebesar Rp 150 ribu, polisi esoknya langsung menangkap preman tersebut.
Sejak viralnya pemerasan uang parkir Rp 150 ribu, petugas makin serius mengamankan lokasi. "Tiap momen Salat Jumat dan hari raya keagamaan, puluhan petugas gabungan berjaga di lokasi dengan mengerahkan mobil derek. Para jamaah diarahkan memarkir kendaraan di dalam area masjid. Tapi sayangnya parkir di dalam kawasan masjid juga relatif mahal. Tarif per-jam Rp 4 ribu/mobil dan Rp 2 ribu/motor dan berlaku secara akumulatif tanpa batas. Jika parkirnya sampai beberapa jam tinggal dikalikan besaran tarif, sehingga sering dikomplain warga. Katanya orang mau beribadah kok harus bayar parkir mahal. Mestinya dikenakan sekali bayar saja, jangan dihitung jam-jaman," usulnya.
Sedangkan kelompok PKL yang sering kucing-kucingan dengan petugas, juga sangat mengganggu ketertiban umum. "Mereka gelar lapak di trotoar hingga badan jalan dan membuang sampah sembarangan. Jadi, kawasan luar masjid sering kumuh karena kotoran bekas makanan dan minuman di sana-sini," pungkasnya.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0