BKSDA Kalbar berhasil selamatkan bayi orang Utan. Foto: KLHK
Lokasi tersebut kemudian akan ditandai untuk dilakukan pemantauan secara berkala oteh tim terkait.
“Orang utan merupakan primata endemik yang memiliki sifat layaknya manusia. Induk orangutan akan selalu mengendong bayinya kemanapun ia pergi sampai bayi tersebut mandiri di usia tujuh sampai delapan tahun,” jelas Wiwied.
Menurut Kepala BKSDA Kalbar, orang utan ini mempunyai tugas penting bagi kelangsungan hidup manusia, salah satunya sebagai penyeimbang kelangsungan ekosistem hutan.
Dengan demikian masyarakat setempat diharapkan dapat lebih bijak bertindak saat menjumpainya di hutan dengan tidak menganggu, melukai apalagi memburunya.
“Tim juga akan melaksanakan kegiatan edukasi terkait animal behavior orang utan di desa atau perusahaan lokasi penemuan bayi orang Utan sebagai bentuk upaya preventif mitigasi dugaan dan/atau potensi tindak kejahatan terhadap satwa liar dilindungi ini,” tutup Wiwied Widodo.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0