KOSADATA - Kepala Bagian Umum Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, Suryana mengungkapkan, sumber data 0,89 persen penduduk Jakarta masuk kategori miskin ekstrem yang disampaikan beberapa waktu lalu merupakan estimasi data yang di peroleh dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).
"0,89 persen itu angka estimasi yang bersumber dari data makro Susenas yang tidak bisa menunjukkan siapa di mana (by name by address)," ujar Suryana saat dihubungi Kosadata.com melalui WhatsApp di Jakarta, Selasa (14/2/2023).
Susenas merupakan salah satu survei yang dilaksanakan oleh BPS untuk menghasilkan berbagai macam indikator di bidang Sosial dan Ekonomi seperti pendidikan, kesehatan, pengeluaran rumah tangga, dan sebagainya.Â
Susenas dilaksanakan dua kali setiap tahunnya yaitu pada bulan Maret dengan sampel sebanyak 345.000 rumah tangga dan bulan September dengan sampel sebanyak 75.000 rumah tangga yang tersebar di seluruh Indonesia.
Menurut Suryana, dari informasi yang ia terima bahwa 0,89 persen angka miskin ekstrem tersebut merupakan angka dari total penduduk, baik yang ber KTP DKI dan KTP Non DKI.
Meski demikian, Suryana menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan penulusuran keluarga miskin ekstrem seperti yang diminta oleh Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono.
"Saat ini kami juga melakukan penelusuran keluarga miskin ekstrem atas arahan Pj. Gub. Kami sdh bersurat ke Biro Pemerintahan untuk kegiatan ini," sebutnya.
BPS DKI, kata Suryana, bersama dengan semua unsur terkait sedang melakukan penyesuaian data. Salah
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0