Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno berjalan kaki di desa wisata Wae Rebo, Manggarai, NTT beberapa waktu lalu. Foto: ist
Rata-rata, tekanan darah sistolik dan diastolik peserta menurun masing-masing rata-rata tujuh dan empat poin setelah intervensi.
"Sangat menarik bahwa intervensi gaya hidup sederhana bisa sama efektifnya dengan olahraga terstruktur dan beberapa pengobatan," ungkap Elizabeth C. Lefferts, penulis utama studi tersebut.
Temuan ini menunjukkan bahwa 3.000 langkah yang dicapai para peserta dalam penelitian ini setara dengan pengurangan yang terlihat pada obat anti-Hipertensi. Delapan dari 21 peserta sudah menjalani pengobatan antihipertensi.
Para peserta masih melihat peningkatan tekanan darah sistolik karena peningkatan aktivitas harian mereka.
Dalam penelitian sebelumnya ditemukan bahwa ketika olahraga dikombinasikan dengan pengobatan akan meningkatkan efek dari pengobatan tekanan darah saja. Ini menunjukkan pentingnya olahraga sebagai terapi anti-Hipertensi.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0