Demi Nikahkan Warga, Penghulu Ini Rela Berenang Seberangi Sungai di Pasaman

Ida Farida
Aug 06, 2025

Ahad Nasution dibantu warga menyebrangi Sungai Batang Kundur. Foto: dok. Kemenag

KOSADATA — Pagi itu, langit Jorong Batang, Batang Kundur, di Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, mendung berat menggantung. Hujan semalam telah membuat sungai-sungai di kawasan itu meluap.

Namun, bagi Ahad Nasution, seorang penghulu di Kantor Urusan Agama (KUA) Dua Koto, derasnya arus sungai bukan alasan untuk absen dari tugas sakral: menikahkan sepasang pengantin.

Sejak pagi, Ahad telah bersiap. Di tangannya ada nama dua calon mempelai: Agep Purwandi dan Intan Purnama Sari. Jarak menuju lokasi akad nikah yang harus ia tempuh tidak tanggung-tanggung, 27 kilometer dari pusat kecamatan.

Jalan setapak berlumpur, tanjakan curam, serta licinnya bebatuan menjadi tantangan pertama yang ia lalui dengan menumpang ojek.

Namun, tantangan sesungguhnya justru menantinya di tepi Sungai Batang Kundur. Jembatan gantung, satu-satunya penghubung menuju lokasi pernikahan, putus disapu arus deras malam sebelumnya. Satu-satunya pilihan? Menyeberangi sungai yang arusnya menderu tanpa ampun.

Ahad menatap sungai itu sejenak, lalu menanggalkan baju dinasnya. Ia mengeluarkan baju ganti yang sudah ia siapkan, sesuai kabar warga bahwa jembatan tak lagi bisa dilewati.

Dibantu warga setempat, ia kemudian menerjang derasnya arus dengan berenang. Tas berisi dokumen pernikahan dan perlengkapan penghulu ia angkat tinggi-tinggi agar tak basah.

“Karena ini tugas negara, saya harus teruskan. Catin sudah menunggu. Ini soal amanah,” tutur Ahad dilansir laman resmi Kemenag, Rabu, 6 Agustus 2025.

Di seberang sungai, ojek lain sudah menanti, disiapkan oleh warga desa. Perjalanan


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0