Nova mengatakan, meski demikian pihaknya kami berhasil mewawancarai mantan Ketua RW O6, Kampung Rawa, Kec. Johar Baru, Husnan Hendriadi yang pernah menjabat Ketua sejak tahun 2017 hingga 2022.
"Beliau mengakui mengenal banyak pemulung di tempat pembuangan sampah Galur. Tetapi ketika ditanya apakah mereka Miskin Ekstrem, Pak Husnan mengatakan tidak," sebutnya.
"Pak Husnan sendiri tidak setuju dengan istilah Miskin Ekstrem, menurutya istilah ini ambigu. Mengapa? Karena, menurut Pak Husnan para pemulung ini kebanyakan berpenghasilan di atas Rp. 50.000 ke atas/hari," sambungnya.
Nova menuturkan, para pemulung tersebut bisa mengumpulkan 30 kg sampah per hari meskipun harga jual sampah bisa berbeda-beda. Umumnya, lanjut Nova, yang dikumpulkan adalah sampah botol plastik kardus, besi tua, dan kertas.
"Pak Husnan heran Masih ada yang penggolongan masyarakat Miskin Ekstrem. Kata Pak Husnan, para pemulung memang miskin tetapi bukan Miskin Ekstrem," tandasnyaÂ
"BPS kemana? mestinya turun langsung, blusukan ke lapangan sebelum mendata masyarakat miskin. BPS juga perlu mengkaji dan mengevaluasi kembali sampel di lapangan sehingga kredibilitas data terjamin akurasinya," pungkasnya.
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0