Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia telah meluncurkan program 1 juta guru PPPK untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Program ini bertujuan untuk merekrut 1 juta guru sebagai PPPK pada tahun 2021 hingga 2024.
"Program 1 juta guru PPPK itu ya kita semua berharap tentunya menjadi sebuah solusi bagi masalah guru honorer di Indonesia sehingga para guru honorer itu mendapatkan penghasilan tetap dan tunjangan yang sama dengan guru yang sudah menjadi PNS," tegasnya.
Sebagai informasi, sejak tanggal 15 April sampai 4 Mei mendatang sesuai agenda yang sudah ditetapkan panitia nasional (Panselnas) merupakan jadwal pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) melalui portal bkn, sscasn.bkn.go.id.
Pada sisa waktu dua hari ke depan ini, guru calon PPPK wajib melakukan cek ulang data serta berkas yang akan di resume lantaran jika sampai mendapatkan keterangan tidak memenuhi syarat (TMS) akibat kesalahan pengisian DRH, atau kesalahan mengunggah berkas dimungkinkan akan berdampak buruk.
Dalam kesempatan ini, Enjang Tedi juga menyinggung persoalan yang sedang dihadapi SMAN 8, Kecamatan Cilawu sebab kini tengah menunggu kepastian mengenai lahan baru, karena lahan yang ditempati sekarang akan terdampak pembangunan Tol Gedebage Tasikmalaya Cilacap (Getaci).
Meski Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar melalui Dinas Pendidikan sudah memberikan sinyal baik dengan menyatakan kesiapan merelokasi bangunan SMAN 8 itu, namun Enjang Tedi menilai butuh percepatan komunikasi dan koordinasi agar siswa dan orang tuanya bisa tenang.
"Sebenarnya dulu saya sudah sampaikan secara lisan ke Pak Gubernur terkait masalah ini dan Alhamdulillah ada titik terang melalui apa yang
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0