Fransiscus Go, Penulis dan Pemerhati Ketenagakerjaan. Foto: dok Pribadi
Singkatnya, jika ingin serius memberantas kasus perdagangan manusia di NTT, semua elemen masyarakat mestinya dilibatkan. Penulis sebagai yang sangat prihatin sekaligus peduli dengan problem ini mengusulkan “Bajaga” sebagai langkah taktis dan strategis yang bisa diterapkan di seantero NTT.
Dengan demikian hidup semakin baik dan tidak ada lagi orang yang termakan asupan jempol hingga akhirnya celaka karena kurang daya kritis dan sifat buruk agen-agen penyelundup tenaga kerja ilegal.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0