Ilustrasi anak sedang mencium tangan ibunya. (ist)
“Dulu ketika kamu masih kecil, bapakmu dan ibu selalu membaca menu untukmu . Sekarang kamu yang membacakan untuk ibu. Alangkah cepat waktu berlalu. Alangkah bangga almarhum bapakmu karena kamu masih menaruh perhatian kepada ibu meskipun kamu sangat sibuk”
“Bagi setiap orang tua, mendapat perhatian dari anak itu sudah cukup. Tidak meminta lebih dari itu. Aku tak bisa memberimu apa-apa. Hanya doa tulus untuk kebahagiaan anan-anak dan cucu-cucuku, kebahagianmu,” isak wanita itu.
Air mata meleleh di pipi yang keriput itu. Masih banyak yang dikatakan ibunya mengenang hari-hari indah masa lalu. Laki-laki itupun tanpa terasa ikut melelehkan air mata. ORANG TUANYA HANYA MENGHARAP PERHATIAN TETAPI ITU TIDAK DIA BERIKAN.
Dia menyadari betapa besar kesalahannya. Dia kini semakin mengagumi istrinya. Inilah cara istrinya menegur keras setelah berkali-kali gagal mengajak ke rumah ibunya. Tetapi teguran keras dengan kelembutan yang luar biasa.
Tiba di rumah, dia peluk istrinya. ”Terima kasih sayang. Kearifanmu itulah membuat aku dulu jatuh cinta kepadamu dan memilihmu menjadi ibu anak-anak kita,” katanya sambil tersenyum tetapi air mata membasahi pipinya.
”Lihat wajah ibu Mas sangat cerah dan gembira. Mas berhasil memberi sinar kegembiaraan tidak terkira kepada beliau,” kata istrinya.
”Bukan karena itu, tapi karena istriku yang luar biasa”, jawab suaminya. Laki-laki itu melihat tulisan istrinya di cermin dalam kamar, tempat mereka tiap hari berkaca.
”RIDHA ALLAH ADA DALAM RIDHO ORANG TUA. KEMURKAAN ALLAH ADA DALAM KEMURKAAN ORANG TUA”. Itulah tulisan istrinya di kaca rias yang setiap hari dia baca.
Tetapi hari ini
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0