Hati-hati! Ini 4 Kebiasaan Pemicu Saraf Kejepit di Usia Belia

Ida Farida
Aug 04, 2025

Foto: ist

KOSADATA – Duduk berjam-jam di depan gadget, malas bergerak, hingga membungkuk saat scrolling media sosial, mungkin terdengar akrab bagi remaja masa kini. Namun, siapa sangka, kebiasaan yang tampak remeh ini perlahan memicu ancaman kesehatan serius: saraf kejepit di usia belia.

 

Selama ini, saraf kejepit lebih sering diasosiasikan dengan kelompok usia dewasa. Tetapi, tren terkini menunjukkan gejala ini mulai menyerang remaja yang seharusnya masih bugar.

 

Dokter spesialis ortopedi tulang belakang Eka Hospital BSD, Asrafi Rizki Gatam, SpOT (K) mengatakan, anak muda sekarang cenderung sulit diajak bergerak aktif. 

 

"Teknologi seperti gadget membuat mereka betah berdiam diri, tanpa sadar otot-otot di punggung melemah karena jarang digunakan,” ucapnya seperti dilansir dari CNN Indonesia, Senin, 4 Agustus 2025.

 

saraf kejepit sendiri merupakan kondisi ketika saraf tertekan oleh jaringan di sekitarnya—bisa berupa otot, bantalan tulang, ligamen, bahkan tulang itu sendiri. 

 

Tekanan ini menimbulkan gejala nyeri, kesemutan, hingga mati rasa yang sering datang diam-diam, namun meninggalkan rasa tidak nyaman berkepanjangan.

 

Fenomena ini bukan datang tiba-tiba. Gaya hidup harian remaja yang cenderung minim aktivitas fisik, justru menjadi pintu masuk masalah kesehatan yang kerap diabaikan.

 

Berikut sederet kebiasaan sepele yang diam-diam menyimpan risiko saraf kejepit bagi remaja:

 

1. Duduk Lama di Depan Gadget Tanpa Jeda

 

Aktivitas seperti belajar daring, bermain gim, atau scrolling media sosial membuat remaja duduk dalam posisi sama selama berjam-jam. Jika tidak diimbangi dengan peregangan rutin, tekanan pada


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0