Kiri: Anggota DPD RI/Ketua DPD IKAL Lemhannas DKI, Sylviana Murni. Tengah: Bendahara DPD IKAL Lemhannas DKI, Agus Suparman. Kanan: Sekretaris DPD IKAL Lemhannas DKI, Dadang Solihin.
KOSADATA - Sejarah mencatat bahwa pada tahun 1949, Indonesia sempat mengalami perubahan bentuk negara menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) akibat dari keputusan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda. Perubahan tersebut menjadikan Indonesia terpecah ke dalam 16 bagian negara serikat.
Hal ini disampaikan Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI, Sylviana Murni mengingat bahwa tanggal 17 Agustus 1950 pun merupakan momentum dibubarkan RIS dan diproklamirkannya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) oleh Presiden Soekarno berdasarkan ide Mosi Integral Natsir untuk menyatukan kembali berbagai daerah yang sempat terpecah.
"Saat itu RIS dibagi jadi 16 negara bagian terdiri dari Negara Dayak Besar, Negara Indonesia Timur, Negara Borneo Tenggara, Negara Borneo Timur, Negara Borneo Barat, Negara Bengkulu, Negara Biliton, Negara Riau, Negara Sumatera Timur, Negara Banjar, Negara Madura, Negara Pasundan, Negara Sumatera Selatan, Negara Jawa Timur, Negara Republik Indonesia dan Negara Jawa Tengah," ujar Sylviana Murni di Jakarta, Kamis (17/8/2023).
Namun demikian, kata Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) DKI Jakarta ini, melalui gagasan Mosi Integral dari seorang ulama sekaligus politisi Masyumi bernama Mohammad Natsir yang disampaikan di dalam rapat paripurna DPRRIS pada 3 April 1950, akhirnya Indonesia kembali bersatu menjadi NKRI.
"Maka di momentum HUT ke-78 bertepatan dengan tahun politik menjelang Pilpres 2024 nanti, patut kiranya kita meneladani dan menjaga amanat persatuan dan kesatuan bangsa agar tidak mudah dipecah belah oleh kepentingan segelintir orang. Pemilu biarlah berjalan dengan damai dan adil, Persaudaraan pun harus tetap rukun
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0