Warga Jembrana jaga perhutanan sosial. Foto: dok. Pertamina
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa program ini mendukung ketahanan pangan nasional, sejalan dengan prioritas pemerintah. “Kami ingin mengoptimalkan potensi lahan hutan agar produktif, terutama untuk meningkatkan hasil pangan masyarakat,” katanya.
Hingga kini, Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Hutan Lestari Pertamina telah menanam lebih dari 8 juta bibit pohon darat dan mangrove di 337 lokasi. Sebanyak 13 di antaranya merupakan kawasan perhutanan sosial. Program ini memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 4.000 orang, dengan kontribusi ekonomi mencapai Rp3 miliar per tahun.
Fadjar menambahkan, upaya ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait ketahanan pangan (SDG #2), penanganan perubahan iklim (SDG #13), serta perlindungan ekosistem laut dan daratan (SDG #14 dan #15). “Pertamina berkomitmen untuk terus mendorong program berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG), menuju target net zero emission pada 2060,” ujarnya.
Bagi warga Yehembang Kangin, program ini lebih dari sekadar pelestarian lingkungan. Ini adalah jalan untuk hidup sejahtera tanpa harus merusak hutan. Sebuah bukti bahwa dari desa kecil di Bali, semangat menjaga bumi bisa tumbuh dan memberi dampak nyata.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0