Ketua Yayasan ASA Indonesia, Syamsuddin Alimsyah. Foto: ASA Indonesia
‘’Dan cawe cawenya sejak awal seleksi berlangsung. Semula yang didorong PDIP bukan Gibran, namun menjelang akhir akhir pendaftaran, Jokowi menghadap Megawati selaku Ketua Partai PDIP dan meminta anaknya yang direkomendasikan. Itu artinya telah terjadi intervensi sejak proses pencalonan. Hal yang sama juga terjadi Bobi di Kota Medan. Dan keduanya menang besar,’’ ungkapnya.
Masih menurut Syam, belajar dari beberapa negara yang mempratikkan politik dinasti sesungguhnya selain rekruitmen regenarasi pemerintahannya tidak berjalan sehat dan berintegritas, Juga dalam pemerintahannya melanggengkan praktek korup, juga tidak segan segan melanggengkan politik ancaman dan kekerasan terhadap warganya terutama yang menjadi lawan politiknya.
Misalnya Negara Nicaragua, Presiden Daniel Ortega yang sukses memenangkan pemilu selama empat kali berturut-turut sejak tahun 2007. Dan pemilu 2016 istrinya juga ikut mencalonkan sebagai wakil Presiden dan terpilih. Selama menjabat, Ortega dan Murillo dikenal sering melakukan tindak represif pada oposisi dan aktivis. Bahkan sempat dicap sebagai pelanggar HAM oleh negara-negara Barat.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0