"Bolehkah kampanye politik di masjid dan sekolah? Politik itu ada 2 level loh. Yakni, politik inspiratif (high politics), dan politik praktis (low politics). Politik inspiratif boleh dilakukan di masjid dan kampus, sedangkan politik praktis tidak boleh dilakukan di masjid, sekolah atau kampus," kata Mahfud melalui akun twitternya @mohmahfudmd, Rabu (1/3/2023).Â
"kampanye politik inspiratif itu misal, tegakkan hukum, jujurlah merebut dan mengelola kekuasaan, jaga lingkungan hidup, berantas korupsi, bangun kesejahteraan, bersatulah dalam keberagaman, toleranlah dalam hidup bersama. kampanye politik (policy) seperti itu boleh di masjid, sekolah atau kampus," sambungnya.Â
Justru, kata Mahfud, politik inspiratif wajib dilakukan di masjid dan di manapun. Berbeda dengan politik praktis yang sifatnya seruan agar memilih tokoh dan partai tertentu.Â
"Politik inspiratif adalah dakwah amar makruf nahi munkar, justru wajib dilakukan di masjid dan dimanapun. Tapi politik praktis seperti kampanye agar memilih partai A, memilih calon atau pasangan calon C, jangan pilih partai X, jangan dukung calon atau paslon Y, itu tidak boleh di masjid, sekolah atau kampus," ucapnya. (***)
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0