Bagong Suyoto di TPST Bantar Gebang. Foto: dok pribadi
Sebelumnya, Riset Departemen Perikanan dan Akuakultur FAO, menyebutkan berikut beberapa bahaya mikroplastik untuk Kesehatan, yaitu: (1) Dicurigai mengganggu sistem endokrin. Zat aditif dalam plastik dicurigai bisa mengganggu sistem endokrin atau hormonal dalam tubuh. (2) Banyak bahan makanan yang berbahaya. (3) Diduga mengganggu kekebalan tubuh. Tingginya intensitas paparan mikroplastik dalam jangka panjang dapat memicu perubahan hormonal yang berdampak pada kematian sel, kerusakan dinding sel, bahkan kerusakan organ dalam tubuh.
Cara mengurangi mikroplastik sebagai berikut: 1) Batasi konsumsi makanan laut. Konsentrasi mikroplastik paling tinggi umumnya ditemukan pada makanan laut, terlebih kerang. 2) Konsumsi makanan segar. 3) Hindari penggunaan plastik sekali pakai. 4) Gunakan botol air kaca atau stainless steel. 5) Rutin membersihkan rumah. (hellosehat.com). 6) Rumah sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah perbanyak tanam pohon.
sampah plastik karena banyak jenisnya maka harus disortir sesuai jenis dan warnanya. Berbagai jenis plastik yang dipungut dan dikumpulkan pemulung diantaranya: Polyethylene Terephthalate (PET atau PET), High-Density Polyethylene (HDPE), Polyvinyl Chloride (PVC), Low Density Polyethylene (LDPE), Polypropylene (PP), Polystyrene atau Styrefoam (PS), dan plastik lainnya (termasuk: polikarbonat, poliaktida, akrilik, alrilonitril butadiene, stirena, fiberglass, dan
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0