Ini Teknologi yang Digunakan PLTU Jawa 4 untuk Kurangi Emisi Karbon

Ida Farida
Oct 24, 2024

PLTU Tanjung Jati B Unit 5 dan 6 Gunakan Teknologi Ultra-Supercritical untuk Kurangi Emisi Karbon. Foto: Ant

bahan bakar yang sama. Kedua, teknologi ini mengurangi emisi gas rumah kaca, membantu mengurangi dampak lingkungan dari pembangkit listrik berbasis batu bara. Ketiga, penggunaan uap pada suhu dan tekanan yang sangat tinggi mengurangi limbah panas, sehingga operasi pembangkit menjadi lebih efisien.

 

"Teknologi USC mampu menurunkan emisi CO2 secara signifikan, baik dalam jumlah ton CO2 per tahun maupun per kWh," tegas Boy.

 

PT Bhumi Jati Power (BJP) merupakan perusahaan Independent Power Producer (IPP) yang didirikan oleh tiga sponsor utama: Sumitomo Corporation, The Kansai Electric Power Co., Inc., dan PT United Tractors Tbk melalui anak usahanya, PT Unitra Persada Energia (UPE).

 

BJP mengelola PLTU Unit 5 dan 6 dengan kapasitas 2x1.000 MW, yang berlokasi di Kompleks PLTU Tanjung Jati B, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. PLTU Unit 5 dan 6 merupakan bagian dari proyek perluasan Kompleks PLTU Tanjung Jati B.

 

Dalam menjalankan operasinya, BJP berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial di Indonesia melalui penggunaan teknologi ramah lingkungan dan praktik utilitas terbaik.

 

"Kami berkomitmen untuk mengoperasikan pembangkit listrik yang stabil, efisien, dan ramah lingkungan," ungkap Boy.

 

Pada 21 Desember 2015, BJP menandatangani perjanjian jual beli listrik jangka panjang (Power Purchase Agreement / PPA) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Berdasarkan PPA tersebut, pembangunan dan pengoperasian PLTU Tanjung Jati B Unit 5 dan 6 dilakukan dengan skema Build, Own, Operate, and Transfer (BOOT).

 

"Ini berarti BJP akan membangun, memiliki, dan mengoperasikan PLTU Tanjung Jati B Unit 5 dan 6, di mana listrik yang dihasilkan selama masa operasi komersial akan dijual kepada PLN selama 25 tahun," tutup Boy.***


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0