ITS kembangkan robot anjing berkaki empat. Foto: Humas ITS
Dari segi mobilitas, robot berkaki empat ini mampu beradaptasi di berbagai jenis permukaan, mulai dari medan berbatu hingga tangga. Keunggulan ini dinilai lebih stabil dan fleksibel dibandingkan robot beroda. Selain itu, robot dapat dikendalikan secara manual dengan remote control untuk kondisi tertentu demi keamanan.
Pengembangan robot tidak hanya menyasar sektor industri. ITS juga menyiapkan penerapan di bidang kebencanaan dan rumah tangga. Dengan dukungan teknologi Large Language Model (LLM) dari Google Gemini, robot dapat menerima perintah melalui bahasa alami dan menerjemahkannya ke dalam aksi nyata.
“Kami membekali robot dengan kemampuan interaksi natural untuk membantu aktivitas sehari-hari,” kata Muhtadin.
Saat ini, robot yang dikembangkan terdiri atas dua unit kecil setinggi 45 sentimeter dan satu unit besar setinggi 71 sentimeter. Robot kecil ditujukan untuk kebutuhan domestik, sedangkan robot besar diproyeksikan untuk industri.
Salah satu fitur pentingnya adalah kemampuan mendeteksi kelengkapan alat keselamatan kerja (AKK) pada tenaga kerja industri.
ITS berencana terus mengembangkan robot tersebut untuk kebutuhan sektor lain seperti pertambangan dan perminyakan. Uji coba implementasi di lingkungan nyata akan dilakukan guna meningkatkan akurasi kemampuan robot.
“Kami akan menyiapkan varian dengan spesifikasi khusus sesuai kebutuhan masing-masing sektor,” ujar Muhtadin.
Pengembangan robot anjing berkaki empat ini juga menjadi bagian dari upaya ITS mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta poin 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan.
Melalui inovasi ini, ITS berupaya menghadirkan solusi teknologi guna meningkatkan keamanan, efisiensi industri, dan ketahanan komunitas terhadap bencana.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0