Sejumlah PTN menanam pohon di hulu sungai Brantas. Foto: dok. UNAIR
Agung juga menegaskan bahwa kawasan arboretum bukan destinasi wisata, melainkan zona konservasi. “Kalau mau riset atau penelitian, silakan. Tapi untuk wisata umum, kami tidak membuka akses,” tegasnya.
93 Persen Air Surabaya dari Brantas
Sementara itu, Direktur Operasi Perumda Air Minum Surya Sembada Surabaya, Nanang Widyatmoko, menyampaikan bahwa 93 persen pasokan air minum Surabaya bersumber dari Sungai Brantas. Maka, menjaga kualitas air Brantas berarti menjaga kehidupan jutaan warga kota.
“Kalau terjadi gangguan di Brantas, Surabaya bisa lumpuh. Apalagi di tengah perubahan iklim, di mana curah hujan tidak menentu dan bendungan mulai kehilangan cadangan air,” kata Nanang.
Ia menekankan perlunya sinergi antara akademisi dan lembaga pengelola air. “Kami sangat terbuka untuk kolaborasi. Pengabdian masyarakat bisa diarahkan ke solusi nyata, termasuk membantu PDAM kecil di daerah. Air itu shodaqoh terbaik, dan kita harus menjaganya bersama,” tuturnya.
Setelah penanaman pohon di wilayah hulu, program pengabdian masyarakat ini direncanakan berlanjut ke wilayah hilir Sungai Brantas, tepatnya di Kota Surabaya, pada September mendatang.
Dalam kegiatan ini, Universitas Airlangga juga melibatkan SDGs Center dan menyatakan komitmen jangka panjang terhadap pelestarian sumber daya air dan pembangunan berkelanjutan di Jawa Timur.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0