Jalan Kebahagiaan Melalui Kepemimpinan Akal dan Hati

Joeang Elkamali
Apr 05, 2024

Penulis (jaket hitam) saat diskusi terbatas bersama Pimhar Pemuda Persis Kab. Tasikmalaya.

berlarinya, kecerdasan penggaliannya dan seterusnya. 

Sesama Manusia akan terjadi harmonisasi jika akal dan hati Manusia selalu dipadukan secara seimbang. Sebaliknya, diantara sesama Manusia akan terjadi pertumpahan darah, saling melibas dan menghancurkan ketika (baik) akal maupun hatinya tidak seiring sejalan. 

Orang yang baik hatinya tanpa memfungsikan akalnya hanya akan dapat berbahagia dengan apa yang ada tanpa dapat menjemput kebahagiaan dari berbagai daya cipta yang sesungguhnya bisa diwujudkannya. Demikian juga yang sekedar memfungsikan akalnya. Ia mampu berbahagia dengan temuan-temuan dan karyanya dan kehilangan kebahagiaan pada kebaikan-kebaikan dan hikmah kehidupan yang sedari awal ada disekelilingnya. 

Kebahagiaan merupakan cita-cita yang dituju oleh umat Manusia. Dari manakah kebahagiaan itu timbul, seperti dari mana pula datangnya akal dan hati yang menjadikan Manusia begitu sempurna. Burung ada, ikan ada, hewan berlari ada, bintang penggali tanah ada, dan Manusia ada, tentu tidak dengan sendirinya melainkan diadakan, diizinkan berfungsi keberadaannya, tentu karena ada yang mengadakan dan mengizinkan. Dimensi ini menunjukkan bahwa ada zat yang mengadakan, memberikan dan memfungsikan segala benda dan segenap makhluk yang ada dialam Bumi, termasuk pemilik Bumi itu sendiri. Ialah Allah SWT

Keberadaan Manusia di muka Bumi diharapkan dapat menjadi Pemimpin guna terwujudnya keseimbangan, kerukunan dan kemakmuran seluruh pengisinya. Sehingga tidak mengherankan ketika zat yang memiliki seluruhnya itu menitipkan pedoman kepemimpinan melalui petunjuk-petunjuk kitab suci dan petuah-petuah nabi-Nya berupa sabda-sabda shahih. 

Kebahagiaan sejati Manusia akan menjadi kebahagiaan seluruh makhluk dibumi hanya ketika ajaran-ajaran kitab suci dan hadits-hadits nabi diterapkan


1 2 3 4

Related Post

Post a Comment

Comments 0