Polri gelar gerakan pangan murah. Foto: dok. Polri
“Namun, beras tetap harus diawasi. Di beberapa daerah timur, sempat ditemukan harga beras di atas HET, Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram. Sekarang, berkat sinergi seluruh pihak, harga mulai turun, rata-rata sekitar Rp191 per kilogram,” kata Tito.
Ia mengapresiasi dukungan penuh dari Polri, TNI, Bulog, dan pemerintah daerah dalam mempercepat distribusi pangan secara merata.
Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menekankan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan lanjutan dari program bantuan pangan yang telah menjangkau 90 persen dari 18,27 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
“Distribusi beras SPHP sebanyak 1,3 juta ton akan berlanjut hingga Desember. Selain itu, masyarakat juga bisa membeli bahan pokok lain dengan harga terjangkau, seperti beras Rp11.000/kg, minyak goreng Rp15.000/liter, dan tepung terigu Rp10.000/kg,” jelas Arief.
Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa Bulog saat ini memiliki cadangan beras sebesar 4,2 juta ton. Dari jumlah itu, 1,3 juta ton dialokasikan untuk program SPHP, dan 300 ribu ton untuk bantuan pangan.
“Kami terus memperkuat sinergi dengan Polri, TNI, dan pemda agar distribusi lancar dan harga di pasar tetap stabil. Soliditas semua pihak adalah kunci,” ujarnya.
Program Gerakan Pangan Murah ini akan berlangsung hingga 16 Agustus 2025. Pemerintah menargetkan distribusi bahan pokok strategis seperti beras, minyak, dan gula ke seluruh wilayah Indonesia dengan harga terjangkau, sebagai bagian dari pengendalian inflasi nasional menjelang momen penting Hari Kemerdekaan.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0