Foto: Pixabay
KOSADATA — kesepian kerap disalahartikan sebagai kondisi seseorang yang sendirian. Padahal, menurut pakar psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Adelia Khrisna Putri, perasaan itu jauh lebih kompleks.
“kesepian adalah perasaan terisolasi atau tidak terhubung dengan orang lain, meski sedang berada di tengah keramaian,” ujar Adelia dilansir laman resmi UGM, Senin, 11 Agustus 2025.
Ia menegaskan, kesepian berbeda dengan sekadar sendiri. Perasaan ini lebih berkaitan dengan kualitas hubungan emosional yang dirasakan, bukan sekadar jumlah orang di sekitar.
“Sendirian belum tentu kesepian, dan kesepian belum tentu karena sendirian,” katanya.
Adelia memaparkan sejumlah tanda kesepian, di antaranya rasa hampa, sulit merasa terhubung, merasa kurang dilibatkan, jarang mengikuti kegiatan yang dulu disukai, hingga sering merasa tidak dimengerti.
Gejala lain mencakup emosi yang mudah berubah, tubuh lebih mudah lelah atau sering sakit, serta kecenderungan menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial.
Fenomena ini, kata Adelia, bisa terjadi pada siapa saja. Ia mencontohkan situasi di mana seseorang berada di ruangan penuh orang, namun tanpa koneksi emosional, waktu terasa berjalan lambat. Sebaliknya, bersama orang-orang yang akrab dan bisa diajak bicara dari hati, waktu akan terasa singkat.
Untuk mengatasi kesepian, Adelia menyarankan enam langkah. Pertama, mengakui perasaan tersebut. Kedua, menghubungi orang yang dipercaya.
Ketiga, mengikuti kegiatan yang diminati. Keempat, mengurangi waktu di media sosial dan menggantinya dengan interaksi langsung. Kelima, merawat diri dengan pola hidup sehat. Keenam, mencari bantuan profesional.
Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0