Ilustrasi
KOSADATA | Tak lama setelah Indonesia merdeka, Banten bergejolak. Mohamad Mansur alias Ce Mamat membuat gerakan dengan membentuk Dewan Rakyat. Mereka menginginkan perubahan, mendesak agar pemerintahan tidak diisi oleh orang-orang lama.
Pada awal kemerdekaan, Banten merupakan satu dari lima keresidenan di Provinsi Jawa Barat, dan dibagi menjadi tiga kabupaten, yakni Serang, Lebak, dan Pandeglang. Adapun empat keresidenan lainnya adalah Jakarta, Priangan, Bogor, dan Cirebon.
Untuk mengisi kekosongan kekuasaan di Banten, Pemerintah Pusat menunjuk Achmad Chatib sebagai residen Banten. Ia lantas menyusun staf pemerintahan keresidenan dan mempertahankan bupati-bupati lama.
Keputusan Achmad Chatib itu ditentang sebagian warga Banten yang menginginkan perubahan. Mereka menolak dipilihnya bupati-bupati lama, karena dinilai masih bagian dari pemerintahan Belanda atau Jepang. Namun, residen tidak menanggapi permintaan tersebut. Pasalnya, dibanding yang baru, orang-orang lama lebih memahami tugas-tugas pemerintahan.
Alasan itu tidak diterima kelompok penentang. Kebencian mereka terhadap orang-orang lama tidak lantas hilang dengan alasan tersebut, bahkan semakin menjadi dengan dibentuknya laskar gulkut atau gulung bukut.
Laskar itu dibentuk untuk menggulung atau membunuh para pamong praja yang biasa memakai bukut atau penutup kepala. Bukan hanya kepada pamong praja dan polisi, mereka juga membidik orang-orang Jepang dan Eropa untuk dihabisi.
Beberapa
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0