Jabat Tangan Gerakan Ketua Pemuda Persis Kab. Tasikmalaya (kiri) dan Ketua Pemuda Persis kota Tasikmalaya (kanan)
Al-fatih melanjutkan, "yang pernah mengkhatamkan Alquran lebih dari sebulan, silahkan duduk!". Di titah yang inilah mulai terlihat segelintir pasukan mulai menekuk lututnya hendak duduk.
Ia kembali menyampaikan, "yang pernah kehilangan hafalan Al-qurannya, silahkan duduk!" Disinilah isak tangis terdengar, mereka mulai khawatir tidak bisa ikut berperang.
"Yang pernah meninggalkan shalat malam sejak balighnya, silakan duduk!," Al-Fatih kembali menegaskan.
Nampak tinggal sedikit pasukan yang tersisa berdiri ajeg dalam desakan titah sang sultan.
Terakhir, al-Fatih menyampaikan, "yang pernah meninggalkan puasa Ayamul Bidh, silahkan duduk!"
Semua pasukan duduk, tak bersisa kecuali hanya satu yg berdiri ajeg nan kokoh seperti kokohnya benteng konstantin, yaitu sultan Muhammad al-Fatih sendiri yg menjadi panglima futuhat.
Demikianlah khutbah perang sang penakluk. Ia ingin bahwa pasukan yang akan menegakkan Islam di bumi heraclius adalah pasukan yang berislam dengan pikiran, perasaan dan perbuatan bukan dengan label keislaman semata dan jauh dari usaha memantaskan diri untuk menjadi muslim yg baik versi sabda shohih Nabi.
Penulis: Fajar Shiddiq (Ketua Bidang Pendidikan PD. Pemuda Persis Kab. Tasikmalaya)
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0