Kiai Asnawi Caringin, Motor Perjuangan Rakyat Banten Melawan Belanda

Peri Irawan
Aug 14, 2023

Kiai Asnawi berasal dari Kampung Caringin, Banten, namanya lebih dikenal dengan sebutan Kiai Asnawi Caringin. Foto: ist

dengan anak-anak seusianya. Kecerdasannya di atas rata-rata. Ayahnya sangat menyayanginya dan menaruh harapan yang besar agar putranya kelak menjadi seorang pemimpin.

 

Tak heran, ia dididik sangat ketat dengan mengajarinya ilmu agama dan yang lainnya. Jika Asnawi terlihat malas belajar, ayahnya tak segan memberi hukuman yang terbilang cukup keras, seperti direndam di kolam masjid atau dijemur di atap masjid.

 

Didikan ayahnya itu menorehkan hasil positif. Pada usia sebelas tahun, Asnawi mampu menghafal Al-Qur’an dan bisa menyerap dengan baik disiplin ilmu lainnya. Untuk memantapkan keilmuannya, Asnawi dikirim ke Makkah.

 

Saat menimba ilmu di tanah suci, ia mendapat kabar kalau ayahnya meninggal dunia. Dengan berat hati, setelah sekitar enam tahun di sana, ia berpamitan kepada guru dan teman-temannya untuk kembali pulang ke Tanah Air.

 

Di tanah kelahirannya, Kiai Asnawi tak lantas berdiam diri, tapi berdakwah mengingatkan dan mengajak masyarakat pada kebaikan. Ia melihat banyak masyarakat yang bermaksiat terang-terangan, lantaran minim ilmu dan mudah diprovokasi Belanda untuk melakukan kejahatan, sehingga keadaan menjadi tidak kondusif.

 

Perjudian, pelacuran, hingga penjarahan dan pembunuhan dilakukan secara terang-terangan. Kiai Asnawi bergerak. Setelah menikah dengan Ratu Halimah, putri seorang pejabat Kabupaten Banten Kulon, ia mendirikan Madrasah Masyarikul Anwar yang dikenal sebagai pesantren ilmu fikih, tasawuf, dan ilmu beladiri.

 

Selain pesantren yang ada di Kampung Caringin, Kecamatan Labuan itu, peninggalan Kiai Asnawi yang masih ada dan dapat dirasakan manfaatnya sampai sekarang adalah Masjid Agung Caringin.

 

Febri Jiwandana, mahasiswa UIN Bandung pada 2021 menulis, masjid tersebut dibangun kembali pada 1884, setelah tersapu tsunami besar seiring terjadinya letusan Gunung Krakatau pada Agustus 1883.

 

Kiai Asnawi membangun kembali masjid tersebut sebagai


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0