Salah satu mahasiswa Polinef, Paulus Rosario Hegemur. Foto: dok. Kemendiktisaintek
"Saya tidak ingin dikasihani karena yatim piatu atau karena saya orang Papua. Saya hanya ingin diberi kesempatan yang sama. Dan kalau saya berhasil, saya akan bantu yang lain juga," ujarnya pelan.
Di tangan mungilnya, masa depan anak-anak Papua mungkin sedang ditulis. Perlahan, lewat barisan kode dan ketekunan, Paulus membuktikan bahwa batas hanyalah soal perspektif.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0