KOSADATA - Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani meminta Kementerian Keuangan (Kememenkeu) dapat melibatkan instasi lain dalam memeriksa 69 pegawai yang diduga memiliki harta kekayaan tak wajar.
Salah satu intasi yang perlu dilibatkan yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pengawas Keuangan dan Penbangunan (BPKP), Komite Aparatur Sipil Negara (KASN), Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Nenurut saya, supaya pemeriksaan oleh kemenkeu jajaran inspektur jenderalnya itu kredibel dipercaya oleh masyarakat, sekalian saja mengundang KPK ata BPKP atau KASN atau BKN," kata Arsul saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (15/3/2023).Â
Dengan begitu, Arsul merasa, hasil pemeriksaan terhadap puluhan pegawai kemenkeu yang diduga memiliki harta tak wajar itu bisa lebih dipercaya oleh publik.
"Nah ini yang harus kita dorong. Jadi lebih baik timnya itu juga mengundang juga dari katakanlah elemen-elemen pengawasan eksternal, termasuk KPK dalam konteks kedeputian pencegahan," terang Arsul.
Sebelumnya dikabarkan, sebanyak 69 Pegawai kemenkeu belum melaporkan hartanya secara lengkap pada situs LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara). Atas dasar itu, kemenkeu bakal memeriksa puluhan pegawainya.
"Jadi total ada 69 gawai yang tidak clear, selanjutnya akan kami panggil untuk kami lakukan pemeriksaan," ujar Irjen kemenkeu, Awan Nurmawan Nuh dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (1/3/2023).
69 pegawai kemenkeu itu, tergolong ke dalam kategori risiko tinggi dan risiko menengah
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0