Ilustrasi kebebasan. Foto: pixabay/jplenio
Ketika Prancis mengklaim penghinaan terhadap Nabi Muhammad merupakan bentuk kebebasan bereskspresi, maka klaim tersebut mencederai kebebasan dalam hal ini keyakinan orang lain. Apalagi Faith atau keyakinan merupakan aspek kebebasan paling fundamental setiap manusia yang tidak bisa diusik oleh siapapun.
Kebebasan berekspresi ala Prancis yang disebut sebagai laicite bukan aturan yang terjadi dalam semalam. Traumatik Sejarah kelam bangsa eropa terhadap segregasi dengan doktrin gereja kristen katolik menjadi sebab utama. Semboyan revolusi Prancis 1789- Kebebasan, kesetaraan dan persaudaraan (Liberte, egalite, fraternite) seolah menjadi piagam agung, bahkan tahun 1905 Prancis menghapus agama dari konstitusi mereka. H. Gruber menyatakan prinsip liberalisme atau kebebasan yang paling mendasar ialah pernyataan bahwa tunduk pada otoritas apapun namanya bertentangan dengan hak asasi, kebebasan dan harga diri manusia. Faham ini seperti relativisme ala protagoras yang mengajarkan ‘manusia adalah ukuran dari segalanya (homo mensura omnium est). Ketika agama ikut mengatur kehidupan manusia maka disebutlah ‘manusia yang tidak bebas’.
Menggusur peran agama dan otoritas wahyu dari wilayah politik, ekonomi maupun sosial menjadi peran wajib atas nama liberalisme. Tidak ada istilah Amar Ma’ruf Nahi munkar. Maka tidak salah jika liberalisme dipadankan dengan sekularisme. Sehingga sekularisme seakan menjadi hal yang wajib jika sebuah bangsa ingin maju seperti yang pernah terjadi saat Mustafa Kemal mensekulerkan Turki. Simbol dan identitas Agama dilarang untuk tampil di ruang publik sehingga masyarakat dipaksa untuk menyeseuaikan keyakinan mereka terhadap nilai-nilai sekularisme bukan sebaliknya.
Dr syamsudi Arif dalam ‘Diabolisme
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0