Perguruan Silat Sutera Baja. Foto: ist
Seni silat Sutera Baja memiliki ciri khas pada pukulan-pukulan jarak dekat. Ciri khas yang lazim diketahui dari teknik silat Sutera Baja adalah dengan banyak bermain di area pendek dengan memadukan dengan pukulan memetahkan serangan lawan dengan memancing lawan terlebih dahulu.
Permainan silat ini membutuhkan kesabaran, ketekunan dan ketelitian. Disamping ketahanan fisik pendekar dalam melakukan permainan pertarungan.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Whardana menyambut pencapaian ini sebagai prestasi yang harus terus dikembangkan. Ia mengatakan, hal ini merupakan wujud nyata dari masyarakat dan Pemerintah untuk senantiasa melindungi kebudayaan.
Ia mengatakan, kasus klaim negara lain terhadap warisan leluhur perlu diperjuangkan seperti ini. Kedepannya, pihaknya berjanji akan terus menambah kesenian yang masuk dalam Warisan Budaya Takbenda.
"Ini akan terus diperjuangkan untuk kesenian yang lainnya juga harus dapat pengakuan seperti ini. Disbud DKI Jakarta tetap melangkah bergerak (tidak duduk diam) untuk menggapai hasil yang sesuai harapan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Perguruan Silat Sutera Baja Feri Lukmansyah mengapresiasi upaya Pemprov DKI Jakarta dalam upaya perlindungan dan pelestarian budaya asli Betawi. Menurut dia dengan dukungan seperti ini, masyarakat bisa lebih memiliki semangat dalam mengembangkan dan melindungi budaya Betawi.
"Terlebih saat pandemi ini, merupakan momen yang bagus saya rasa, sebab, ini bisa terus jadi pemacu kami walaupun dalam kondisi Pandemi ini. Kami bangga sebab proses pengajuannya lumayan sulit dan kami diakui secara nasional," kata dia. ***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0