“Mindset kita harus fokus kepada customer, jadi pada apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, bukan apa yang bisa kita buat. Karena apa yang kita buat tidak akan ada artinya kalau tidak digunakan oleh masyarakat,†kata Ignasius Jonan.
Di samping itu, dalam penyelenggaraan Infrastruktur publik juga harus melihat dampaknya ke depan, terutama yang berkaitan dengan environment, social, dan government (ESG).Â
“Proses bisnisnya tetap harus mempertimbangkan dampak bagi lingkungan, terutama resiko kalau gagal memitigasi climate change. Kemudian masyarakat dan tata kelola pemerintahan. Tapi, sebagai public servant kita harus mengutamakan masyarakat, karena yang menggaji kita juga masyarakat,â€Â tegas Ignasius Jonan.
Terakhir, Menteri Basuki mengapresiasi Ignasius Jonan yang telah membagi pengalamannya selama memimpin beberapa lembaga negara dan badan usaha kepada para insan PUPR.
“Terima kasih atas pencerahannya mengenai leadership dan entrepreneurship, mudah-mudahan dapat mempengaruhi kita semua dalam mengambil keputusan. Dan yang terpenting, adalah apa yang dibutuhkan dan apa yang bisa kita berikan kepada masyarakat,†tutup Menteri Basuki.
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0