Foto: net
KOSADATA - Tokoh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), Fransiscus Go menegaskan bahwa hal paling mendasar untuk mewujudkan perubahan hidup masyarakat NTT menjadi lebih baik adalah dengan meningkatkan mutu pendidikan.
Pengusaha yang beraktivitas di Jakarta ini pun mengumpamakan kondisi Jepang pasca serangan Amerika yang meratakan kota Hiroshima dan Nagasaki. Menurutnya, hal pertama yang ditanyakan Kaisar Hirohito usai serangan itu adalah “Berapa jumlah guru yang tersisa?”.
"Itulah kalimat pertama yang dilecutkan Kaisar Hirohito, setelah mendengar Amerika dan sekutunya meluluh-lantakkan Kota Hiroshima dan Nagasaki. Kaisar Hirohito rupanya punya cara untuk mengembalikkan kejayaan Jepang," ujar Fransiscus Go di Jakarta, Senin (18/9/2023).
Sepakat dengan Kaisar Hirohito, Fransiscus Go menilai bahwa untuk menjadikan sebuah daerah maju dan berperadaban, maka sektor yang pertama kali mesti ditingkatkan adalah Kualitas Pendidikan di daerah tersebut. Sehingga, lanjutnya, pendidikan harus menjadi lokomotif perubahan.
"Sektor pendidikan langsung dibenahi. Guru – guru yang tersisa akibat perang, diberi peran segera mendidik anak – anak Jepang. Ini semacam investasi jangka panjang. Jika pondasi pendidikannya kuat, maka posisi tawar anak – anak NTT untuk berkiprah dimana pun, akan diperhitungkan," ungkapnya.
"Terbukti, banyak pejabat NTT yang berkiprah di tingkat nasional. Mereka diberi peran penting oleh pemerintah. Itu karena, SDM-nya mumpuni dan kapabel. Tidak diragukan. Obsesi saya, pendidikan di NTT harus dibenahi,” sambungnya.
Fransiscus Go yang juga fokus memperhatikan dunia ketenagakerjaan itu menegaskan, banyak skema yang bisa
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0