Salah satu koleksi layang-layang di museum layang-layang. Foto: saf
Tayangan yang diputar selama 15 menit itu, akan memanjakan para pengunjung untuk mendapatkan informasi yang banyak tentang layang-layang. Tentu saja, sajian tersebut dinikmati sambil duduk nyaman ditemani pemandu.
Namun, sebelum menikmati tayangan multimedia, pengelola museum biasanya menawarkan kepada pengunjung untuk bisa melaksanakan praktik pembuatan layang-layang dan melukisnya sesuai minat masing-masing. Hasil dari karya tersebut, akan menjadi milik dari pengunjung.
Oh iya, jika sudah puas menikmati sejarah dan ragam layang-layang, serta praktik membuatnya, Anda juga bisa mampir ke toko cinderamata yang ada di pojok area museum, berseberangan dengan bangunan Joglo. Cukup merogoh uang Rp25 ribu untuk dewasa dan Rp20 ribu untuk anak-anak, Anda bisa menikmati beragam koleksi layang-layang di museum ini.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0