Sejumlah massa NU menjadi magnet saat menjelang Pemilu lima tahunan. Foto: hidayatullah
Itu berbeda dengan Warga Muhammadiyah.
Jika politik antara lain diartikan sebagai upaya untuk merebut (ke)kuasa(an) di berbagai level, maka Muktamar NU acapkali menjadi ajang persaingan antar kandidat untuk merebut posisi paling berpengaruh di PBNU yakni Ketua Umum (Tanfidziyah) dan Rais Aam.
Persaingan itu sering berlangsung keras antar kandidat dan antar faksi, terutama untuk posisi Ketua Umum PBNU.
Kadang berakhir dengan damai. Gegeran jadi ger-geran (istilahnya Warga NU).
Namun, ada kalanya tetap terjadi faksi, friksi, bahkan ada yang menggugat hingga ke ranah hukum dan pengadilan selepas Muktamar.
Bahkan, ketidakakuran dan pertentangan antar beberapa kyai dan ulama NU itu (maaf) terbawa hingga akhir hayat mereka.
Antara NU dan Muhammadiyah
Muatan politik yang cukup kental pada Warga NU ditambah faktor jumlah umat yang sangat banyak dan merupakan populasi mayoritas Warga Indonesia itulah yang menyebabkan NU selalu menjadi primadona dalam jagad politik Tanah Air.
Hal itu jelas berbeda dengan kondisi Ormas Islam terbesar lainnya: Muhammadiyah.
Muhammadiyah tak begitu kental watak politiknya.
Politik di sini juga dimaknai sebagai upaya merebut "kekuasaan" di suatu institusi atau organisasi.
Dalam Muktamar Muhammadiyah, misalnya tidak pernah terjadi persaingan keras yang menjurus ke faksi dan friksi.
Ketua Umum PP Muhammadiyah sebagai sosok nomor satu di organisasi Muhammadiyah dipilih secara sederhana, damai, dan sejuk.
Untuk suatu Organisasi besar yang kiprahnya di Negeri ini sangat luar biasa, terutama di bidang Pendidikan dan Kesehatan, tradisi pemilihan Ketua Umum Muhammadiyah yang demokratis dan damai layak diapresiasi dan dipuji.
NU Struktural dan Kultural
Meskipun Warga NU begitu kental nuansa
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0