Rektor ITPLN, Prof. Iwa Garniwa. Foto: dok. ITPLN
“Bayangkan, Rp 2.700 triliun dalam RUPTL untuk menghadapi transisi energi. Siapa di negeri ini universitas yang concern terhadap itu? Tidak banyak. Di situlah peran ITPLN,” ucapnya.
Dengan segala keterbatasan, Iwa mengajak seluruh civitas akademika menanggalkan hambatan dan fokus pada peta jalan yang sudah disusun. “Kita tidak lepas dari kaidah perguruan tinggi yang benar dan tujuan utama menghadapi transisi energi. Makanya, New Transformation ITPLN ini sangat penting,” tegasnya.
Di lokasi yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan (YPK) PLN, Supriyadi menegaskan bahwa program Gathering New Transformation 2.0 Institut Teknologi PLN (ITPLN) harus memiliki batas waktu yang jelas. Menurutnya, transformasi tidak boleh berlangsung tanpa akhir hingga kehilangan milestone.
“Transformasi yang kita jalani ini sebenarnya sudah masuk tahun ketiga. Walaupun namanya 2.0, menurut teori dari konsultan, transformasi itu ada batas waktunya. Setelah fase ini selesai, sisanya harus menjadi business as usual,” kata Supriyadi.
Ia mencontohkan, di PLN pun istilah transformasi tidak dipakai terus-menerus. “Kalau ingin berlanjut, ganti nama. Jangan sampai terasa seperti setiap hari kita transformasi terus sampai 10 tahun. Nanti seolah-olah tidak ada ujungnya,” katanya.
Supriyadi mengusulkan adanya jeda untuk evaluasi di pertengahan tahun ini. “Kita sudah melewati tujuh bulan, sebaiknya ada satu atau beberapa sesi untuk ‘menepi’ dari rutinitas, mengevaluasi sejauh mana capaian kita. Termasuk sub-goals di tiap lini, apakah sudah mengarah ke ultimate goal yang kita tetapkan di Transformation 2.0,” ujarnya.
Kepala Rektorat ITPLN, Purnomo mengatakan, transformasi adalah proses sulit dan seringkali menyakitkan, namun menjadi satu-satunya pilihan agar kampus ITPLN mampu menarik lebih banyak mahasiswa dan bersaing
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0