Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir bersilaturahmi dengan petani tebu di Rembang, Jawa Tengah. Foto: Humas Muhammadiyah
“Kalau kita tanam kebaikan sedikit apapun, niscaya kebaikan itu akan kembali ke kita. Sebaliknya, jika kita berbuat buruk dan ditutupi oleh sistem sedemikian rupa, maka akan tetap kembali pada kita,” ungkap Haedar.
Dalam melakukan pemberdayaan masyarakat, termasuk pertanian – Muhammadiyah ingin itu dilakukan berbasis riset di institusi pendidikan Muhammadiyah. Termasuk ditantang untuk mengelola tambang, Muhammadiyah siap untuk itu karena sudah memiliki perangkatnya.
“Selain itu kita juga punya filosofi keislaman, yaitu Islam Berkemajuan. Di mana semua aspek kehidupan untuk dikelola dengan catatan tidak boleh merusak,” imbuh Haedar.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah 2008-2013, Bibit Waluyo menyampaikan, kehadiran Muhammadiyah merupakan angin segar bagi umat, masyarakat, dan bangsa, khususnya petani tebu di Kabupaten Rembang.
“Muhammadiyah sudah komitmen ini, tinggal kita sambut hal itu untuk peningkatan kesejahteraan kita, para petani tebu,” ungkap Haedar.
Bibit Waluyo juga berpesan kepada petani supaya petani tebu untuk ‘trengginas’ dalam berusaha. Selain itu dia juga mendorong keberpihakan pemerintah melalui kebijakan, misalnya akses pupuk yang mudah untuk para petani, dan setelah panen hasil produk diserap.
Harapan yang sama juga disampaikan oleh Bupati Rembang, Abdul Hafidz. “Kita mendapatkan angin segar dengan hadirnya Muhammadiyah. Ini mereka membantu meningkatkan kesejahteraan umat,” katanya.
Sementara itu, Dirut Pabrik Gula (PG) PT. Wadah Karya Rembang (WKR), Lie Kamajaya menyampaikan harapan berharap kepada Muhammadiyah melalui MoU bisa membantu petani tebu di Kabupaten Rembang.
“Tidak hanya dalam penelitian
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0