Foto: FB Ozzy Osbourne
Lahir sebagai John Michael Osbourne di Birmingham, Inggris, pada 3 Desember 1948, ia tumbuh dalam kemiskinan di kawasan kelas pekerja. Masa kecilnya kelam—dipenjara karena mencuri, hidup dalam kekurangan. Tapi dari dasar itulah lahir sosok pemberontak yang mengubah wajah musik rock.
Bersama Tony Iommi, Geezer Butler, dan Bill Ward, ia membentuk Black Sabbath—band pelopor heavy metal yang mengguncang dunia sejak akhir 1960-an.
Kehidupannya nyaris tak pernah lepas dari tragedi. Ia pernah nyaris tewas dalam kecelakaan ATV pada 2003, mengalami cedera berulang, dan terhantam berbagai penyakit. Tapi Ozzy selalu kembali. Ia selalu memilih panggung—tempat di mana ia merasa hidup.
Pada 5 Juli 2025, di Villa Park, Birmingham, Osbourne tampil untuk terakhir kalinya. Duduk di atas singgasana berhias kelelawar, ia menyanyikan empat lagu terakhirnya bersama formasi awal Black Sabbath.
“Terima kasih dari lubuk hati saya yang paling dalam,” ucapnya kepada ribuan penggemar yang bersorak dan menangis.
Kini, konser itu menjadi penutup epik dari sebuah karier yang tak tergantikan. Dunia musik pun berduka. Elton John mengenangnya sebagai “sahabat dekat dan legenda sejati yang tempatnya sudah pasti di antara dewa-dewa rock.”
Ozzy Osbourne memang telah tiada. Namun, dentuman riff berat dan jeritan khasnya akan terus menggema—menjaga warisannya tetap hidup di setiap panggung, setiap mosh pit, dan di hati para pencinta musik di seluruh dunia.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0