“Tidak perlu khawatir, karena semua RS baik pemerintah maupun swasta telah siap menghadapi tantangan ini. Belajar dari Pandemi kemarin, saat ini minimal 10 persen dari kapasitas RS harus disediakan sebagai ruang isolasi,†sebut dia.
Dalam upaya vaksinasi, Kemenkes mengikuti rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan mengintegrasikan vaksinasi ke dalam program vaksinasi atau imunisasi rutin, terutama untuk sasaran risiko tinggi seperti kelompok lansia dan penderita komorbid.
Hal ini dilakukan mengingat data menunjukkan bahwa case fatality rate paling tinggi berada di kalangan lansia, sehingga vaksinasi bagi kelompok ini menjadi sangat penting.
“Pemerintah melalui Kemenkes berkomitmen untuk memberikan vaksin kepada kelompok ini. Kami juga sedang merancang Peraturan Menteri Kesehatan untuk mengatur mekanisme vaksin masyarakat (kelompok lansia dan komorbid),†papar Maxi.
Hal ini dilakukan mengingat masih terdapat tantangan dalam mencapai target vaksinasi, terutama untuk kelompok lansia.
Menurut data Kemenkes, hingga saat ini, baru 70 persen lansia yang menerima vaksin, sementara secara nasional tingkat vaksinasi sudah mencapai sekitar 85 persen.
“Ada gap 30 persen. Ini belum termasuk mereka yang memiliki komorbid. Kita perlu tingkatkan 15 persen lagi agar setara dengan data nasional 85 persen,†tegas Maxi.
Dalam pembelajaran dari Pandemi, Kemenkes telah melakukan transformasi dalam hal digitalisasi.
Salah satunya adalah melalui aplikasi SatuSehat yang mengumpulkan data dari PeduliLindungi dan menghubungkannya dengan fasilitas kesehatan dan laporan medis.
Semua data program akan
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0