Komut Pertamina tuangkan minyak jelantah. Foto: dok. Pertamina
KOSADATA — Pertamina Patra Niaga memperluas jaringan pengumpulan minyak jelantah atau used cooking oil (UCO) sebagai bahan baku (feedstock) Sustainable Aviation Fuel (SAF). Langkah ini dikemas dalam konsep ekonomi sirkular yang melibatkan partisipasi masyarakat melalui aplikasi MyPertamina dan titik pengumpulan di lokasi strategis.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengatakan pengumpulan minyak jelantah dilakukan lewat dua jalur: ritel dan kemitraan industri. Jalur ritel memanfaatkan SPBU dan fasilitas publik, sementara jalur kemitraan menggandeng asosiasi dan pelaku usaha kolektif.
“Targetnya, gerakan ini bisa menjadi gerakan nasional yang sekaligus membuka peluang ekonomi warga,” ujar Ega dalam keterangannya , Rabu, 13 Agustus 2025.
Sejak diluncurkan pada Desember 2024 hingga Juli 2025, program ini berhasil mengumpulkan 86 ribu liter minyak jelantah rumah tangga dari 2.443 warga di sepuluh lokasi, antara lain SPBU COCO MT Haryono, SPBU COCO Kalimalang, RS Pelni, RS Pusat Pertamina, SPBU COCO BSD City, SPBU COCO Dago Bandung, dan Sport Centre Plaju.
Pertamina Patra Niaga menargetkan penambahan 25 titik pengumpulan baru hingga akhir 2025. Ke depan, fasilitas milik anak usaha Pertamina Group seperti IHC dan Patra Jasa juga akan menjadi pusat pengumpulan. Mars Ega menyebut langkah ini sebagai model penerapan ekonomi sirkular di sektor energi.
“minyak jelantah yang biasa dibuang bisa diubah menjadi bahan bakar penerbangan rendah emisi. Siklus ini menguntungkan masyarakat, mengurangi limbah, dan mendukung transisi energi,” kata Mars Ega.
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0