KH Abdullah Gymnastiar, pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid. Foto: dokumentasi Daarut Tauhid
Ketiga, Pantang Sia-sia.
Bagi Aa Gym, kualitas keislaman seseorang tercermin dari sejauh mana ia menjaga diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat. “Ilmu banyak, ibadah rajin, tapi kalau hidupnya penuh kesia-siaan, itu artinya kualitas keislamannya masih buruk. Jangan kerjakan sesuatu yang tidak ada faedahnya,” pesannya, seraya mengingatkan bahwa perkataan dan tindakan seorang Muslim harus terjaga dari hal yang sia-sia.
Keempat, Berprogram dan Tetapkan Target.
Tanpa perencanaan, hidup akan mudah terbawa arus dan kehilangan arah. Aa Gym menyarankan setiap Muslim memiliki target dalam hidupnya, agar waktu yang dimiliki tidak terbuang sia-sia. “Kalau kita gagal membuat rencana, sama saja kita sedang merencanakan kegagalan. Orang yang tidak punya target, hidupnya cenderung stagnan,” katanya.
Aa Gym menutup tausiyahnya dengan mengutip Surat Al-Ashr yang menjadi pengingat abadi tentang nilai waktu. “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.” (QS. Al-Ashr: 1-3)
“Mudah-mudahan,” ujar Aa Gym dengan senyum khasnya, “setiap detik dari hidup kita menjadi amal shaleh yang bernilai di sisi Allah.”***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0