Platform FIFTY Perluas Akses Pembiayaan Teknologi Finansial Pelaku Parekraf

Dian Riski
May 08, 2024

Menprekraf Sandiaga Uno menyampaikan sambutannya pada saat peluncuran FIFTY yaitu sebuah platform akses pembiayaan berbasis teknologi finansial di Swiss-bellin Hotel, Bogor, Selasa (7/5/2024). Foto dok Kemenparekraf

menyerap sekitar 97,3 persen dari total tenaga kerja nasional," kata Sandiaga. 

Untuk itu Kemenparekraf/Baparekraf melalui Direktorat Akses Pembiayaan Deputi Bidang Industri dan Investasi memperkenalkan Fifty

Terlebih berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2023, tingkat penetrasi internet Indonesia menyentuh angka 79,5 persen. Meningkat 1,4 persen dibanding periode sebelumnya. 

"Peluang ini bisa dioptimalkan sebagai momentum pemanfaatan transformasi digital bagi para UMKM dengan memperluas akses pembiayaan alternatif melalui platform teknologi finansial," kata Menparekraf Sandiaga. 

Industri perbankan dikatakan Menparekraf Sandiaga, memiliki berbagai isu yang membuat penetrasinya dalam melakukan pembiayaan terbatas.

Hal ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh para financial technology untuk memecahkan sekat-sekat yang ada dan lebih bergerak cepat memberikan akses permodalan. 

"Harus dimaksimalkan pembiayaan alternatif ini, harus ada out of the box solution dari teman-teman fintech ini," ujar Sandiaga. 

Ia pun berpesan kepada para penyedia fintech selain agar dapat memaksimalkan peluang dalam memberikan layanan pendanaan, juga harus menyiapkan cara pembayaran serta cyber security information yang baik pula. 

"Tidak hanya sukses pembiayaan, pembayaran, tapi juga akses kedaulatan dan kekuatan serta ketahanan daripada transformasi digital kita," kata Menparekraf Sandiaga.

Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf, Anggara Hayun Anujuprana, mengatakan Fifty pada dasarnya merupakan program dari Kemenprekraf yang mempertemukan antara pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif dengan fintech.

"Alhamdulillah pada 2022 sampai 2023 berhasil tersalurkan pembiayaan sebesar Rp1,3 triliun. Mudah-mudahan tahun ini juga bisa mencapai angka tersebut," kata Hayun. 

Melalui kegiatan ini diharapkan pelaku usaha parekraf lebih mudah mendapatkan pembiayaan Teknologi Finansial baik P2P Lending maupun Securities/ Equity Crowdfunding yang telah berizin OJK, melalui pelatihan dan pendampingan kemudian


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0