Program DEB Pertamina raih penghargaan internasional. Foto: dok. Pertamina
“DEB bukan sekadar program elektrifikasi. Ini adalah katalisator transformasi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Teknologi tepat guna kami implementasikan sesuai karakter masing-masing desa,” kata Fadjar.
Sejak digulirkan pada 2019 dengan 15 desa binaan, saat ini Pertamina telah membangun 172 Desa Energi Berdikari di berbagai wilayah Indonesia. Energi dari tenaga surya, gas metana, biogas, mikrohidro, biodiesel, hingga energi hybrid dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas warga.
Program ini tercatat telah memberikan manfaat bagi 46.579 orang, menurunkan emisi karbon sebesar 729.808 ton CO₂ ekuivalen per tahun, dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat hingga Rp 3,7 miliar per tahun.
Warriyanto, pegiat DEB di Kampoeng Kepiting, Desa Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, menceritakan dampak positif program ini bagi desanya. Sebelumnya, warga kesulitan mengembangkan usaha karena keterbatasan fasilitas penyimpanan hasil laut.
“Berkat panel surya, kami bisa punya penyimpanan pendingin dan sistem aerator. Ada juga sentra kuliner berbasis energi surya. Sekarang omzet Kampung Kepiting bisa mencapai Rp 80 juta sebulan,” ungkap Warriyanto.
Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus mendukung target net zero emission 2060 melalui program transisi energi yang berkelanjutan dan selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) serta prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0