Rebranding Bandung Barat: Momentum Penyembuhan, Pencarian Jati Diri, dan Reformasi Tata Kelola

Yan Aminah
Jun 21, 2025

H. Lukman Hidayat: Tokoh Muda Bandung Barat

menyembuhkan dan menata ulang segalanya dari akar.

Bandung barat saat ini seperti daerah yang kehilangan akar sejarahnya. Saat kabupaten dan kota lain begitu bangga mengangkat identitas leluhur: Cirebon dengan Sunan Gunung Jati, Bogor dengan Pajajaran, Ciamis dengan Galuh, Cimahi dengan sejarah militernya, KBB justru tampak seperti wilayah tanpa narasi. Padahal, wilayah kita menyimpan kekayaan historis, seperti Batulayang dan Mandalawangi, yang nyaris tak pernah disentuh dalam narasi kebijakan atau pembangunan.

Ganti Nama? Ini Jalur Resminya

Perubahan nama kabupaten bukan sesuatu yang sembarangan. Ini bukan euforia emosional semata. Di Indonesia, hal ini diatur dan dimungkinkan secara konstitusional. Berdasarkan regulasi yang berlaku, seperti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan Daerah, pergantian nama kabupaten bisa dilakukan melalui beberapa tahapan, antara lain:

1. Usulan dari pemerintah daerah atau aspirasi masyarakat.

2. Pembahasan dan persetujuan oleh DPRD setempat.

3. Pengajuan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan restu dan penetapan.

4. Penetapan melalui Peraturan Daerah (Perda).

Alasan sah untuk mengganti nama pun cukup beragam, seperti:

1. Mengembalikan nama asli yang punya akar historis dan budaya yang kuat.

2. Menghindari nama yang dianggap tidak representatif.

3. Meningkatkan citra dan identitas daerah yang baru, lebih kuat, dan lebih membanggakan.

Namun, perlu dicatat, perubahan nama harus mempertimbangkan dampak-dampak penting:

1. Dampak administrasi, mulai dari dokumen kependudukan, legalitas aset, hingga sistem informasi pemerintahan.

2. Dampak sosial, berupa penyesuaian identitas kolektif dan rasa memiliki masyarakat.

3. Dampak ekonomi, yang dalam banyak kasus justru bisa memberi efek positif dengan membuka peluang baru dalam pariwisata, investasi, dan branding daerah.

Momentum Reformasi Total: Saatnya Menata Ulang Birokrasi dan


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0