Sylviana Murni, Foto: Ist
Tantangan selanjutnya, kata Ketua DPD Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) DKI Jakarta ini, adalah menghadapi ke-global-an Jakarta. Menurutnya, di satu sisi status Jakarta adalah keniscayaan untuk menyejajarkan diri dengan kota kelas dunia lainnya. Di sisi lain, lanjutnya, era digital berarti membuka ruang selebar-lebarnya untuk berinteraksi secara bebas dengan masyarakat dunia.
"Jangan dikira peran perempuan tidak penting untuk mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global. Boleh terjadi globalisasi, tapi tidak boleh mendisrupsi nilai-nilai luhur adat, budaya, norma dan aturan agama yang menjadi identitas masyarakat kita selama ini. Adat ketimuran, sopan santun dan adab, namun memiliki intelektual dan integritas. Dan ini titik awal dan akhirnya ada pada peran perempuan," tegasnya.
"Maka dihari Kartini ini, saya mengajak kaum perempuan, kaum ibu untuk sama-sama meningkatkan kualitas diri kita melalui macam-macam kegiatan positif yang formal maupun tidak formal, sehingga kita sebagai ibu bisa membangun benteng pertahanan dalam keluarga untuk menyiapkan generasi yang berkualitas dan berdaya saing," pungkasnya.
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0