KOSADATA - Pasar Banjaran Kabupaten Bandung tengah menjadi sorotan. Pro kontra mengemuka seiring rencana pemerintah untuk merevitalisasi pasar tradisional yang kali pertama dibangun pada 1970-an itu. Kegaduhan semakin menjadi setelah dilakukan relokasi para pedagang.
Kini, lebih dari 1.300 pedagang sudah mengisi pasar sementara di area Alun-Alun Banjaran dan bekas tempat pembuangan sampah sementara. Namun, sekitar 300 pedagang masih bertahan di tempat lama lantaran beberapa alasan.
Bupati Bandung Dadang Supriatna, mengatakan, Revitalisasi Pasar Banjaran merupakan ikhtiar pemerintah dalam meningkatkan kualitas pasar tradisional menjadi pasar sehat.
Ia berharap, pembangunan pasar rakyat tersebut dapat menyerap tenaga kerja baru, serta menjadikan Pasar Sehat Banjaran semakin eksis dan mampu bersaing dengan pasar modern yang kian berkembang.
"Rencananya, Pasar Sehat Banjaran akan dibangun menjadi tiga lantai yang masing-masing peruntukannya berbeda. Lantai satu untuk kebutuhan sekunder, lantai dua primer, dan lantai tiga untuk parkir dan perkantoran.
Revitalisasi Pasar Banjaran dengan luas sekitar 1,3 hektare itu dibangun menggunakan dana swasta sebesar Rp125 miliar dan ditargetkan rampung pada 2024.
Kelak, sekitar 1.600 pedagang yang berjualan di pasar dan ratusan PKL di sekitar terminal akan ditempatkan di gedung berlantai tiga itu.
Dijelaskan, rencana Revitalisasi Pasar Banjaran sudah direncanakan sejak lama. Itu di antaranya bisa dilihat dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Bandung 2005-2025. Sejak bupati Obar Subarna dan Dadang M Naser, revitalisasi pasar menjadi salah satu janji politik yang dituangkan dalam RPJPD.
Begitupun
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0