Foto ilustrasi: ist
“Tanaman surga, kata Nabi Ibrahim, tumbuh dari dzikir: Laa hawla walaa quwwata illa billah,” kata Sinur. Artinya, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.
Bagi para jamaah, tausiyah itu seperti jeda yang menyegarkan—mengingatkan bahwa kekuatan fisik saja tak cukup. Ada yang lebih besar: daya spiritual, yang bersumber dari hubungan dengan Tuhan.
Seusai tausiyah, beberapa jamaah tampak merenung. Mungkin tentang waktu salat yang kadang terlewat karena tugas, atau dzikir yang mulai jarang dilafalkan. Namun pagi itu, mereka pulang membawa satu hal: bahwa menunaikan sholat dengan sungguh-sungguh bisa jadi awal keselamatan—di dunia dan akhirat.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0