Pertunjukan musik Sampyong Betawi. Foto: SC YT Disbudki
Yang dituturkan Ki Sumpel tak ditampik budayawan Betawi Yahya Andi Saputra. Yahya menilai musik Sampyong sudah masuk kategori musik Betawi yang langka. Berbeda dengan tanjidor yang lebih akrab di telinga warga Jakarta, Sampyong, kata Yahya, tak lagi dikenal. Hal ini disebabkan tidak ada regenerasi dari pendahulunya yakni para penggiat musik Sampyong.
Memang ada satu dua orang yang bisa memainkan musik Sampyong ini tapi karena tak ada regenerasi jadi tidak bisa berkembang. Yahya pun mengimbau penggiat musik Betawi mendidik generasi muda untuk mengenal Sampyong.
Musik Sampyong lebih sering digunakan sambil mengiringi tarian Uncul Betawi. Instrumen yang menghasilkan musik ini bisa satu atau lebih Sampyong, dengan jumlah bilah bambunya empat buah, ditambah kentongan bambu dan tanduk kerbau. Biasanya pertunjukan musik Sampyong ini juga dilengkapi dengan penari yang menggunakan kostum celana pangsi hitam, berkaos oblong hitam atau bertelanjang dada.
Sampyong memang tak bisa berdiri sendiri sebagai sebuah alunan musik. Namun lebih sering ditampilkan dengan tarian bernada dinamis. Yahya Andi Saputra mengungkap musik Sampyong biasa mengiringi tarian saat menyambut panen atau melakukan aktivitas bertani.
Yahya menyebut filosofi dari Sampyong sangat luar biasa yakni menyangkut pelestarian ekosistem tempat manusia tinggal. “Jadi ada ekosistem yang terjaga, menyatunya manusia dengan alam,” ulas Yahya.
Sampyong diperkirakan sudah dimainkan pada masa sebelum Islam. Musik ini zaman dulunya digunakan untuk mengiringi tarian pada Upacara Baritan atau sedekah bumi yang tujuannya menyampaikan persembahan kepada Dewi Kemakmuran, kata Yahya.
Disajikan
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0