Sejarah dan Asal-Usul Thiwul
Penduduk Trenggalek,Wonosobo, Gunungkidul, Wonogiri, Pacitan dan Blitar termasuk yang masih mengkonsumsi tiwul sebagaimana mengkonsumsi nasi.
Sebagai makanan pokok, Thiwul memiliki kandungan kalori yang lebih rendah daripada beras. Untuk bahan baku tiwul sendiri sudah jelas, yaitu singkong sebagai bahan baku utama.
Tepatnya, singkong atau ketela pohon yang sudah dikeringkan. Singkong yang telah dikeringkan tersebut umumnya diistilahkan dengan sebutan gaplek atau gogik.
Gaplek tersebut dibuat melalui serangkaian proses dengan proses utama yaitu penjemuran singkong yang telah dikupas dan telah dicuci bersih.
Untuk mempercepat dan memastikan tingkat kekeringan singkong, bisa dengan cara dipotong-potong dalam ukuran kecil sebelum dijemur.
Selain singkong yang telah kering, terdapat juga beberapa bahan pendukung lainnya seperti gula merah, kelapa parut, daun pandan, daun pisang, garam, serta air.
Yang mana kesemuanya akan dipadu padankan menjadi jajanan tradisional Thiwul. Jajanan ini bisa Anda nikmati ketika Anda sedang berwisata di Yogyakarta, khususnya di Gunungkidul.(***)
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0